31.1.10

jangan egois pliss

Hari ini, saya melihat orang yang naik motor di depan saya nyaris tertabrak sebuah mobil kijang biru. Duuh.. jantung saya sudah sangat berdebar-debar karena benar-benar persis di depan mata. Gara-garanya sih, si mobil kijang melanggar lampu lalu lintas yang baru saja memerah. Kebiasaan banget deh di Jakarta, orang seringkali melanggar rambu-rambu seenaknya sendiri.

Oya.. jadi ingat.. pernah baca berita di Kompas kalau gak salah. Di Jepang --kalau gak salah juga, gak valid amat ya critanya hehe-- di sebuah perempatan, orang-orang yang suka melanggar lampu merah sering terkena lemparan batu oleh orang tak terlihat. Jiah.. bukan hantu lho.. ternyata oh ternyata, yang melempar batu ke arah para pelanggar lampu lalu lintas itu adalah kakek-kakek lanjut usia yang sebal melihat ulah mereka. Bayangkan saja, akibat ulah pelanggar lampu lalu lintas itu, di sana seringkali terjadi kecelakaan --mmm.. di sini juga-- jadi.. walau akhirnya ulah mereka dilarang Pak Polisi, banyak warga yang malah mendukung sang kakek lho.. mmm... boleh juga tuh..

Bukannya sok taat sih.. hanya saja saya sering kali tak habis pikir melihat orang melanggar hak orang lain seenaknya. Hanya perlu menunggu lebih lama 30 detik saja susahnya minta ampun. Pasti adaaa saja yang nekat jalan sebelum lampu hijaunya nyala. Masalahnya adalah.. buat saya, mereka bukan hanya tidak menghargai nyawa sendiri tapi juga tidak menghargai nyawa orang lain. Mmm.. cuma bisa ngelus dada, dan minta hubby yang bertugas mengemudikan motor di depan tetap cool hehe..

Jadi friends.. sudah tugas kita untuk saling mengingatkan.. berhati-hati berkendara bukan cuma buat kita sendiri saja. Tapi juga buat orang lain di kanan, kiri, depan, belakang kita juga. Jangan egois deeehh...

------------------
gambar ambil dari sini..

28.1.10

hubby birthday..

hari ini adalah hari ulang tahun suami saya. Alhamdulillah dia dalam keadaan sehat --dan semoga saja bahagia lahir batin-- di umurnya yang ke tiga puluh -sekian- ini. Ini adalah ulang tahun kedua dalam pernikahan saya dan si dia tercinta.

Ulang tahun pertama setelah kami menikah yaitu tahun lalu, terlupakan oleh saya, dan membuat si dia manyun seharian. Maklumlah.. semenjak dia memproklamirkan diri bahwa sebenarnya tanggal 28 adalah tanggal lahirnya, dan bukan tanggal 29 seperti yang dia yakinin selama lebih dari 30 tahun usianya, saya sering kelupaan moment yang satu ini. salah dia sendiri, ngubah-ngubah tanggal lahir sesuka hati hehe..

Sebenarnya peristiwanya cukup lucu buat saya. hampir satu minggu saya mengingat-ingat moment istimewanya itu. Tapi ternyata.. semakin diingat, semakin lupa. Kurang ginko biloba rupanya. Di hari 'H' saya tidak ingat sedikitpun bahwa itu hari ultah dia. Seingat saya masih beberapa hari lagi. Bahkan ketika siang harinya saya buka Facebook dan melihat banyak teman mengucapkan selamat ulang tahun buat si dia, dalam hati saya masih saja ngeyel bahwa mereka salah hari --tapi masa salah bareng-bareng??--

Lalu.. bagaimana saya tersadar bahwa hari itu memang hari ultahnya?? Lebih lucu lagi buat saya. Malam hari setelah pulang kantor, saya dan si dia seperti biasa browsang-browsing berdua. Lalu dia membuka halaman facebooknya dan mendapati banyak ucapan selamat dari teman-temannya. Dengan polos saya berkata "kan masih sabtu ya yang ya.., kok pada ngucapin sekarang si?? salah tuh.." Saya agak lupa ekspresinya waktu itu.. tapi jelas dalam hati dia pasti mangkel sampe ke ubun-ubun. "Istriku gak ingat hari ulang tahunku!!??"
Tanpa dia perlu berkata-kata, tatapan matanya waktu itu menyadarkan saya. Saya benar-benar lupa!! bukan pura-pura lupa seperti yang biasa orang lakukan untuk membuat kejutan hari ulang tahun. Akhirnya saya harus memohon-mohon maaf padanya.. "maaf ya yang yaaa.. lupaaaa!!!" hihihi.. Yah.. walau perseteruan itu berakhir damai, *perseteruan apaan nih??* tetap saja beberapa teman yang tau peristiwa itu menghujat saya.. "parah lu eeeeeeppphhh!!!"

NB: sebagai permintaan maaf atas peristiwa itu, aku persembahkan cake coklat kesukaanmu ini 'yang.. hihihi *pasti manyun lagi deh.. cuma potona!!*

26.1.10

asyik ngeblog lagi

Entah karena kesambit apa, akhir-akhir ini saya mulai ngeblag-ngeblog lagi. Lihat saja, belum genap satu bulan ini, sudah beberapa omongan ngalor ngidul baik yang jelas ataupun tidak karuan yang saya tuliskan di blog. Cukup rekor buat saya, yang telah vakum beberapa lama karena kesibukan ngantor sehari-hari *sok sibuk yaa*.

Asal teman tahu saja.. kembalinya saya bloggang blogging sebenarnya membawa efek yang agak menyebalkan bagi suami saya. Setidaknya itu yang saya lihat beberapa kali ketika saya mengetak-ngetik di depan notebook dengan modem berkedip-kedip tanda menyala. Hehe.. merasa sedikit dicuekin mungkin. Makanya.. kali ini saya ketak-ketik setelah dia terlelap *saya sirep pakai ayam goreng hehe*.

Kembalinya saya menyenangi blog bukan tanpa alasan. Selain senang bertemu kawan-kawan blogger lagi --baru, lama, dekat, jauh-- yang paling saya sukai adalah: dari tulisan-tulisannya, saya merasa mengenal teman lebih jauh, kadang sampai hal terkecil yang bahkan tidak pernah saya tahu ketika berinteraksi langsung dengan teman-teman. Mmm.. menarik bukan? ternyata banyak dari kita yang lebih bebas berbicara tentang perasaan kita disebuah media umum seperti blog --walau ada yang bilang ini adalah seperti diary pribadi-- daripada mengungkapkan pada orang terdekat secara langsung.

Tapi tapi.. bukan itu sebenarnya intinya bagi saya. Dunia tulisan dan dunia dialog buat saya memang sedikit berbeda. Bagaimanapun, seperti halnya film yang diadaptasi dari novel-novel bagus, seringkali tidak memuaskan penggemar novelnya karena banyak kondisi yang tidak sepenuhnya bisa diungkapkan secara verbal-visual. Nah.. ini juga terjadi di dunia nyata dan dunia blogger.. Ada cerita, curahan hati, pemikiran, bahkan kejengkelan yang tidak cukup durasi untuk diceritakan ketika bertemu, namun bisa tercurahkan didalam tulisan. Dalam blog kita masing-masing. Ini yang saya baca dari sebagian besar blog teman.

Yang jelas.. saya senang bisa mengunjungi blog panjenengan sedoyo.. Ya.. karena saya jadi lebih tahu kondisi terbaru teman semua, apalagi yang sering up date. Kalaupun tidak pernah up date, toh kita masih punya waktu untuk bertemu. Yah.. dengan durasi yang terbatas tidak mengapa lah.. setidaknya bisa cipika cipiki beneran.. :)

Pic source: from here

24.1.10

be.. or not to be mom..

Menjadi seorang ibu ternyata bukan impian semua wanita di dunia. Ini yang baru saya ketahui setelah membaca Kompas hari ini. Agak mengejutkan bagi saya, ketika banyak wanita --bersuami-- sangat mendambakan kehadiran seorang anak, beberapa lainnya ternyata justru tidak menginginkannya. Alasannya bermacam-macam, mulai dari trauma masa kecil, tidak suka tanggung jawab mengurus anak, benci mendengar anak-anak yang kadang suka berisik bahkan ada yang beralasan aneh: tidak ingin menambah populasi manusia di dunia --???-- Entahlah.. agak kurang lazim bagi saya.

Saya sendiri wanita, menikah, dan belum mempunyai anak. Sudah hampir dua tahun kami menikah namun belum juga mendapat tanggung jawab untuk mengasuh anak-anak kami sendiri. Beberapa bulan di awal pernikahan kami, saya sempat seteres *hihi* karena pertanyaan "Udah isi belom?" yang sangat, sangat sering ditanyakan oleh orang-orang disekitar saya. Saya tidak menyalahkan mereka yang bertanya. Itu hak mereka. Buat saya itu doa juga. Baru setelah bulan kesekian, saya sudah bisa menanggapi dengan santai pertanyaan-pertanyaan itu. "Belum dikasi, mau gimana lagi?" Itu jawaban dari bibir saya. Dalam hati, kadang saya bertanya-tanya sendiri "mengapa ya?" teman-teman yang menikah setelah saya hampir semua sudah dikaruniai setidaknya seorang anak dalam kehidupan rumah tangga mereka (kadang saya iri --maaf, tidak pake dengki lho--) tapi ya.. tidak bisa terjawab dengan jelas, lha wong saya belum memeriksakan secara serius kondisi kesehatan reproduksi saya, begitu juga dengan suami.. Entahlah.. Kami masih berangggapan jika saatnya datang, pasti dia akan hadir di tengah-tengah kehidupan kami berdua karena kami. Kami berpikiran demikian karena secara medis, kami tidak pernah menunda hadirnya.

Saat ini.. yang kami lakukan hanya ihklas, menikmati hari-hari kami yang serasa honey moon setiap hari, daripada terus berfokus pada ke-iri-an saya pada teman-teman yang sudah dikaruniai anak. Ya.. saya menikmatinya. Hari-hari berbelanja berdua, nonton midnight berdua, nonton tivi, bercanda, berkunjung ke sana ke mari, saya rasa hidup saya masih cukup lengkap. Tentu saja saya tidak akan seekstrim pasangan-pasangan yang tidak mau mempunyai anak itu. Tidak jika hanya untuk merasakan kenikmaan hidup berdua saja dengan pasangan.
Saya hanya sedang menikmati kehidupan kami saat ini.. Itu tidak saya pungkiri..

----------------------------------------------------------------------------------------------
masih menunggu hadirmu nak.. aku yakin, suatu saat kita akan bersama..

23.1.10

lets sing a song..

ketika sedang menulis ini, saya sedang ditemani lagu-lagu lawas dari jaman dulu kala *sok tua banget yaaa*.. Ternyata benar, lagu bisa membawa kita ke berbagai masa yang pernah maupun yang belum pernah kita lewati. Tanpa sadar.. sayapun bersenandung, dari mulai lirih karena malu-malu kucing sampe akhirnya bernyanyi bak diva tak punya panggung. Ya.. walaupun tidak mungkin dibandingkan dengan seorang Sheila Majid yang sedang bernyanyi merdu itu, saya yakin, suara saya cukup lumayan untuk bisa lolos audisi idol idolan tahap 1 *hihihi pasti banyak yang protes*.

Tembang-tembang lawas yang sedang saya dengarkan saat ini mungkin lagi-lagu yang akan saya kenang sepanjang masa. Betapa tidak, walaupun lagu-lagu dari musisi-musisi baru saat ini juga indah-indah, tembang lawas jaman saya kecil dan bertumbuh setengah dewasa saat itu tanpa pernah saya sadari mempunyai keistimewaan dalam lirik, nada dan pelantunannya.. Entahlah.. tidak tergantikan rasanya.. Mmm... mungkin saya sedang terkena imbas demam retro.. mungkin..

Nah.. coba tebak lagu apa dan siapa ini:
"adakah cinta yang tulus kepadaku..
adakah cinta yang tak pernah berakhir.."
Saya mendengar, menulis sambil tertawa.. jaman dulu saya cukup menyukai lagu ini --sekarang sering kali berlagak suka jazz biar gak dibilang ndeso-- Bahkan dulu, dengan PeDenya saya bernyanyi dengan syair acak adul gara-gara keterbatasan pendengaran dan kosa kata saya:
"adakah tinta yang tulus kepadaku.. adakah tinta yang tak pernah berani" --serius--
Ya.. lagu-lagu macam itu dulu yang saya suka.. selain lagu-lagi Ibu Sud dan Lagu Perjuangan yang masih sesekali saya senandungkan. Pasti kalau tahu, suami saya bisa menghina dina hihihi..

By the way, ternyata banyak lagu keren yang terlewatkan saya nikmati jaman dulu kala. Saya malah baru mengenal berpuluh tahun kemudian ketika saya sudah gede hehe.. Dikenalkan oleh mantan kekasih saya --sekarang menjadi suami saya-- yang lebih lebih jadul daripada saya *piss hub!!* Lagu-lagu Sheila Majid, Fariz RM, Gigi --saya dulu tidak kenal Gigi.. parah ya--, Dian Pramana Putra (mohon maaf jika ada kesalahan penulisan nama dan gelar), The Police, bahkan Beatles!! huff.. kemana saja saya waktu itu.. Tapi ya.. seperti halnya mencari ilmu, tidak ada kata terlambat untuk menikmati musik bukan?? hehe..
Jadi.. inilah saya sekarang.. bukan hanya berjazz ria --biar ga dibilang ndeso--, tapi juga penikmat musik-musik jadul..

Sini sini.. bagi-bagi koleksi musik-musik jadul favoritnya.. hihi..

:pic from here

21.1.10

it's done!!

ini dia tampilan baru blog saya. Setelah mendapatkan template dari ipietoon yang saya sukai, saya mengganti beberapa komponen seperti header footer dan warnanya.. Temanya tetap.. langit malam dengan bintang-bintang yang bertaburan seperti sebelumnya.

Saya sangat menyukai bintang.. saya kira hampir semua orang menyukainya. Betapa tidak.. saya rasa bintang menggambarkan banyak hal.. Malam dan bintang sendiri sering kali disadur dalam berbagai lagu, puisi, jargon dan.. mm.. apa lagi ya.. motto juga ada hehehe.. Ada yang bernada ceria, ada juga yang melow-melow.. Yang paling populer menurut saya sih lagu "Bintang Kecil". Dari kanak-kanak saya sudah menyanyikannya. Sampai sekarangpun masih saja dinyanyikan sebagai salah satu lagu masa kanak-kanak di tahun pertama pertumbuhan mereka. Lagu tentang bintang yang lain.. Mmm.. Mungkin suatu saat nanti akan saya tuliskan semuanya di sini hehehe.. gak penting yaaa..

Saya sendiri melihat bintang --selain sebagai objek angkasa yang indah-- sebagai penggambaran orang-orang disekitar saya, dalam kehidupan saya. Every star have their own beauty.. Saya menyukai mereka seperti adanya mereka, karena masing-masing punya keunikan, keindahan dan kisah tersendiri. Semuanya indah.. dan pasti indah..

Jadi, ya.. blog ini mungkin akan kembali terisi sekali-sekali.. moga tidak ada kevakuman yang terlalu lama akibat kemalasan atau kesibukan saya. Mari berbagi cerita di sini!!

11.1.10

kehilangan..

Seharian kemarin saya begitu lesu.. ini disebabkan oleh berita berpulangnya seorang tetangga di rumah kontrakan lama saya. Ya.. saya tidak begitu akrab dengan beliau.. saya lebih akrab dengan Dik Damar anaknya. Seorang anak lelaki yang baru berumur 1 tahun waktu itu. Dik Damar mungkin satu-satunya anak yang berani main ke rumah saya tanpa paksaan. Mungkin karena saya sering memberinya biskuit, susu atau apa saja yang ada dirumah saya waktu dia main. Mmm dia suka sekali kerupuk hihi..

Pertama kali kami pindah Dik Damar memang masih malu-malu. Tapi setelah beberapa bulan, dia malah yang caper. Badannya yang mungil dan jalannya yang masih tertatih-tatih membuat dia masih harus digendong atau menggunakan sepeda dorong ketika main ke rumah. Ayah dik Damar sendiri jarang sekali terlihat. Mungkin karena kesibukan kami masing-masing. Belakangan aku baru tahu kalau beliau sering shift malam, dan baru pulang ketika kami brangkat kerja.

Beberapa bulan yang lalu setelah Hari Raya Idul Fitri, saya dikejutkan oleh berita kalau ayah Dik Damar baru saja menjalani operasi tumor di perut *tepatnya saya kurang paham*. Gejala awalnya seperti sakit maag biasa yang disertai mual dan perutnya mengeras. Memang Ayah Dik Damar punya penyakit maag, jadi dianggap itu maag biasa. Tapi ternyata setelah diobati beberapa lama, penyakitnya tidak kunjung sembuh, malah perutnya bertambah keras. Akhirnya diperiksalah beliau lebih teliti dan ternyata ditemukan tumor kecil diperutnya. Kondisinya mengharuskan beliau operasi beberapa kali -dua kali kalau tidak salah- perkiraan dokter semua tumor telah diangkat, dan bukan tumor ganas.

Sebelum pindah ke rumah yang sekarang, saya sempat menjenguk beliau. Kondisinya sungguh berbeda dengan terakhir kali saya bertemu sebelum beliau dioperasi -beliau dulu tinggi, besar- Sangat kurus.. tinggal tulang berbalut kulit saja.. Waktu itu walau saya prihatin dengan keadaanya, tapi saya juga cukup bersyukur, karena operasi berjalan lancar, dan Ayah Dik Damar sudah bisa berjalan, duduk walau masih tertatih-tatih. Dik Damar yang beberapa tidak bertemu dengan saya, kembali bersikap malu-malu, walau di akhir kunjungan saya dia sudah mulai akrab lagi..

Itulah pertemuan terakhir kami.. satu minggu kemudian, saya pindah ke rumah yang sekarang tanpa berpamitan dengan keluarga Dik Damar karena kebetulan waktu itu mereka sedang tidak ada di rumah selama beberapa hari untuk keperluan check up. Saya tidak mengira kalau ayah Dik Damar akan pergi secepat itu. Beliau masih sangat muda, di tambah lagi Dik Damar yang masih sangat kecil..

Ayah Dik Damar telah berpulang. Innalillahi wa innailaihirojiuun.. Semua makhluk pasti akan kembali padaNya, cepat atau lambat. Namun entah mengapa saya jadi lesu seharian. Melebihi lesunya ketika mendengar berita berpulangnya seorang pesohor di negeri ini..
Pikiran saya hanya bersliweran ke sana ke mari...
Ayah Dik Damar masih sangat muda...
Mbak Yuli hanya seorang Ibu Rumah tangga...
Dik Damar masih begitu kecil...

7.1.10

ganti kulit

saya sedang berniat mengubah tampilan halaman blog saya.. yah.. mau bermetamorfosa ceritanya. Sedang mikir-mikir, mau dibuat seperti apa ya.. terus terang bosan dengan tampilan yang lama hehehe.. Bukan pertama kalinya saya bosan, setelah saya pikir-pikir dan ingat-ingat, saya memang gampang sekali bosan pada sesuatu..

mmm... semoga itu tidak akan pernah terjadi pada kehidupan saya dan hubby hihihihi..

Midnight with Mr. Holmes

mungkin agak basi kalau cerita sekarang, karena kejadiannya sudah kemarin. Setelah menonton Avatar dan Sang Pemimpi beberapa waktu lalu, daftar film berikutnya adalah Sherlock Holmes. Bukan apa-apa, menurut berita di media digital beberapa waktu lalu, film ini sempat menyaingi penjualan tiket Avatar sepekan setelah premiernya (agak lupa-lupa ingat beritanya)..

Setelah gagal menonton di hari Selasa --Minggu masih sangat capai karena baru mudik-- akhirnya jadwal di undur hari Rabu kemarin. Tapi gara-gara bos hubby yang sedang rajin memberikan asistensi, akhirnya kami menonton midnight timenya.

2 jam kami menunggu. Malas pulang balik ke rumah yang sebenarnya hanya berjarak 15 menit dari mall. Saya menduga, hubby bakalan tidur sambil menemani saya menonton. Namun ketika film diputar, ternyata cukup menarik untuk diikuti. Sebenarnya saya belum pernah mengikuti novel holmes sendiri secara langsung. Jadi ya.. saya tidak akan pernah membanding-bandingkan fersi novel dan filmnya. Over all --karena saya sudah sangat mengantuk saat ini-- saya pulang dengan mata mengantuk tetapi puas. Ceritanya seru, penuh intrik --walau terungkap secara gamblang di akhir cerita-- serius, dengan humor-humor segar di sana sini, alurnya cukup menarik --maju mundur terserah dia-- visualisasinya juga cukup oke. Oh ya.. saya juga suka musiknya.. ceria, misterius, lucu.. (nah lho)


By the way.. saya baru sadar ternyata tidak ada cerita soal filmnya.. hihihi.. biar penasaran ajah.. nonton sendiri yaa..