24.1.10

be.. or not to be mom..

Menjadi seorang ibu ternyata bukan impian semua wanita di dunia. Ini yang baru saya ketahui setelah membaca Kompas hari ini. Agak mengejutkan bagi saya, ketika banyak wanita --bersuami-- sangat mendambakan kehadiran seorang anak, beberapa lainnya ternyata justru tidak menginginkannya. Alasannya bermacam-macam, mulai dari trauma masa kecil, tidak suka tanggung jawab mengurus anak, benci mendengar anak-anak yang kadang suka berisik bahkan ada yang beralasan aneh: tidak ingin menambah populasi manusia di dunia --???-- Entahlah.. agak kurang lazim bagi saya.

Saya sendiri wanita, menikah, dan belum mempunyai anak. Sudah hampir dua tahun kami menikah namun belum juga mendapat tanggung jawab untuk mengasuh anak-anak kami sendiri. Beberapa bulan di awal pernikahan kami, saya sempat seteres *hihi* karena pertanyaan "Udah isi belom?" yang sangat, sangat sering ditanyakan oleh orang-orang disekitar saya. Saya tidak menyalahkan mereka yang bertanya. Itu hak mereka. Buat saya itu doa juga. Baru setelah bulan kesekian, saya sudah bisa menanggapi dengan santai pertanyaan-pertanyaan itu. "Belum dikasi, mau gimana lagi?" Itu jawaban dari bibir saya. Dalam hati, kadang saya bertanya-tanya sendiri "mengapa ya?" teman-teman yang menikah setelah saya hampir semua sudah dikaruniai setidaknya seorang anak dalam kehidupan rumah tangga mereka (kadang saya iri --maaf, tidak pake dengki lho--) tapi ya.. tidak bisa terjawab dengan jelas, lha wong saya belum memeriksakan secara serius kondisi kesehatan reproduksi saya, begitu juga dengan suami.. Entahlah.. Kami masih berangggapan jika saatnya datang, pasti dia akan hadir di tengah-tengah kehidupan kami berdua karena kami. Kami berpikiran demikian karena secara medis, kami tidak pernah menunda hadirnya.

Saat ini.. yang kami lakukan hanya ihklas, menikmati hari-hari kami yang serasa honey moon setiap hari, daripada terus berfokus pada ke-iri-an saya pada teman-teman yang sudah dikaruniai anak. Ya.. saya menikmatinya. Hari-hari berbelanja berdua, nonton midnight berdua, nonton tivi, bercanda, berkunjung ke sana ke mari, saya rasa hidup saya masih cukup lengkap. Tentu saja saya tidak akan seekstrim pasangan-pasangan yang tidak mau mempunyai anak itu. Tidak jika hanya untuk merasakan kenikmaan hidup berdua saja dengan pasangan.
Saya hanya sedang menikmati kehidupan kami saat ini.. Itu tidak saya pungkiri..

----------------------------------------------------------------------------------------------
masih menunggu hadirmu nak.. aku yakin, suatu saat kita akan bersama..

6 komentar:

taNti mustika mengatakan...

mungkin ini terdengar klise dan membosankan, tapi gw selalu percaya bahwa everything happens for a reason, dan semua akan indah pada waktunya... :)

*gw juga pernah menulis ttg hal seperti ini, dari sudut pandang gw...*

evana basri mengatakan...

hohoho makanya itu tan.. aku nikmatin saat yang ini dulu.. kamu juga sedang menikmati mau jadi mom kan?? we are happy-happy always.. for "that" reason.. *boso acak adul*

yudhi puspa tya mengatakan...

asiiiik honeymuunn trs nih yee.. ayo mba kliling2, puket, sempuuu, gunung rinjani, kuala lumpur, himalaya, paris, hihih mumpung masih berdua :D

evana basri mengatakan...

wuooooohhh.. aku kudu kerja rodi brapa tahun ituuuu?? hahahaha.. sempu dulu yaaa.. tapi lagi musim ujan ki tya.. kayaknya haru smundur deh.. gak lucu kan ujan2 kita maen ke pantaiii hihihi

Lina mengatakan...

sepakat banget sama tulisan ini. aku juga sante va, makanya belum serius cek ke dokter. masih menikmati masa-masa sebelum jadi ibu. ya, pengen punya anak sih selalu ada.

evana basri mengatakan...

miss u liiinn!! kemana aja kauuu??