24.11.08

cape deh..

Menghindar..
Jalan ini kadang di tempuh orang yang menganggap menghindar sebagai penyelesaian suatu masalah. Saya pernah, dan saya yakin banyak orang juga pernah menghindari sesuatu karena berbagai alasan.
Seorang teman yang telah lama saya kenal menghindari mantan pacarnya yang telah menikah karena alasan sakit hari. Ada lagi seorang yang saya kenal juga, menghindar karena alasan pekerjaan yang tidak terselesaikan, atau bentuk-bentuk penghindaran lain dengan berbagai macam alasan..

Saya pernah juga menghindar. Bersembunyi dari orang yang mengejar-ngejar saya entah karena alasan sakit hati, patah hati, pekerjaan yang belum terselesaikan dan beberapa hal lain. Hanya saja.. akhir-akhir ini saya sedikit mengerti.. lelah hidup dalam peristiwa "penghindaran".
Dunia ini terlalu sempit untuk kita terus berlari. Percaya tidak percaya, suatu kali saya menghindar untuk berhubungan dengan mantan, dan akhirnya kami bertemu di satu kota tempat saya bekerja. What a small world!!
Hidup ini terlalu singkat untuk kita terus bersakit-sakit hati dan menciptakan jarak. Saya pernah lelah. Dan sekarang saya lebih senang menghadapinya saja. Entah saya akan ditampar karena kesalahan saya, atau saya akan dicaci maki karena perbuatan saya yang lalu, saya akan menghadapinya saja. Dan setelah itu saya harap semuanya selesai.. Damai..

Suatu ketika saya berhadapan pada posisi dihindari orang.. lucu rasanya.. saya tidak berniat mengejar-ngejar dia atas alasan sesuatu yang memang belum selesai.. Saya hanya ingin semuanya berjalan seperti biasa. Jika memang ada masalah lebih baik jika disampaikan saja karena saya dalam posisi menunggu jawaban. Saya tidak akan menjadi seperti orang lain yang menghakimi dia atas sebuah janji yang pernah dia ucapkan kemarin namun belum juga dipenuhinya.. Yah.. orang dengan kedudukan besar ternyata tidak berarti besar pula nyalinya.. terbukti banyak sekali orang-orang besar yang saat ini menghilang entah kemana karena takut bertanggung jawab atas perbuatannya pada orang lain.. sekali lagi dan lagi.. mereka menghindar..

Saya rasa.. hampir semua orang pernah menghindari sesuatu.. entah dengan alasan baik atau buruk sekalipun.. dengan cara yang lucu, aneh bahkan wagu..

21.11.08

kangen..

aku merindukan seseorang.. yang tanpa aku sadari ternyata dia teman sejatiku..
Kadang, dia hanya duduk mendengar setiap ceritaku tanpa merasa harus mengomentarinya, sepertinya dia tahu, "didengar" menjadi satu moment yang sangat istimewa bagiku.
Aku kangen dia, yang hanya memeluk ketika aku merasa ada yang salah denganku.. hanya berkata "tenanglah va.. semua baik-baik saja seperti apa yang kamu percaya selama ini"

just ask..

? Kalau ada orang yang mempertanyakan keputusanmu dan menganggap itu bukan jalan benar yang kamu pilih, maka kamu akan??
1. percaya dengan keputusanmu sendiri dan terus jalan aja. Masa bodo deh kata orang..
2. meninjau ulang langkahmu itu, let say.. kali aja masih bisa jalan balik, dan lagian yang ngasi nasehat juga orang-orang terdekat sendiri..

Just ask kok.. yang punya waktu mau jawab, ya makasi sekaliiii...

menunggu..


bila engkau tidak berbahagia di dalam keadaanmu itu, mengapakah engkau selalu menjadi yang pertama untuk mempertahankannya?
MTSC - sebetulnya apakah yang sedang kamu tunggu?

Kata-kata seorang guru ini pernah beberapa kali saya dengar sebelum beliau menulisnya di Milis beberapa waktu yang lalu. Bagi saya sangat dalam maknanya karena memang, seringkali kita mengeluhkan keadaan kita saat ini tanpa berbuat apa-apa untuk memperbaikinya. Kesalahan ini yang saya putuskan tidak akan saya jalani terus-menerus. Dan saya menyudahinya.

Sekarang ini saya memilih untuk bekerja sesuai apa yang saya yakini baik untuk diri saya saat ini, sambil menunggu kesempatan-kesempatan baru yang saya anggap tepat. Ya.. beberapa lama setelah bekerja saya memang menyadari, bahwa seperti apa yang dikatakan beliau, uang sudah semestinya tidak menjadi tujuan UTAMA saya bekerja, bukan karena saya tidak membutuhkan uang, tapi karena ketika saya bekerja demi uang, hanya uang sajalah yang saya dapat. Tidak yang lain. Tidak pelajaran, tidak pengalaman, bahkan tidak kebahagiaan hidup saya.

Selama saya mengikuti milis ini, guru saya ini selalu saja membawa kegelisahan- kegelisahan baru dalam diri saya setiap kali saya merasa nyaman di satu titik.

bagaimana engkau akan tertarik untuk sampai pada keadaan yang lebih baik, bila engkau tidak gelisah dengan keadaanmu sekarang?

MTSC - sebetulnya apakah yang sedang kamu tunggu?

Seperti memangkas daun-daun tua pada sebatang pohon mangga untuk membuat pohon itu berbuah, petuah-petuah baru yang mendatangkan kegelisahan ini bagaikan memangkas batang-batang tua saya dan menjadikannya pucuk-pucuk daun baru yang lebih baik, lebih segar, bahkan membawa bunga yang nantinya akan menghasilkan buah.
Ya.. saya kembali dibuat gelisah.. Dan jangan bilang saya terlalu optimis karena saya putuskan, saya tidak mau lagi menunggu tanpa tau apa yang sedang saya "tunggu"..

7.11.08

Barack Obama dan Indonesia??

WASHINGTON,RABU-Calon presiden partai Demokrat Barack Obama mencetak sejarah menjadi presiden kulit hitam pertama AS, Selasa (4/11) waktu setempat atau Rabu (5/11) waktu Indonesia. (kompas.com)

Siapa yang tidak tahu berita ini.. semua orang, semua negara membicarakannya, setelah pemilu Amerika melalui proses panjangnya. Ya.. Barack Obama terpilih.. dan, Selamat menjadi presiden Amerika yang baru tentunya. Uniknya pemilihan presiden Amerika kali ini benar-benar menyita perhatian banyak pihak, termasuk di Indonesia. Saya sendiri biasanya masa bodo (saking parahnya, terpilihnya Bush sebagai presiden Amerika 4 tahun lalu saja baru saya ketahui beberapa bulan sesudahnya). Tapi untuk kali ini, berhubung media juga heboh mempublikasikannya, saya pun akhirnya mengikuti juga (kadang-kadang). Ya.. heboh memang. Karena Barack Obama pernah tinggal di Indonesia selama 4 tahun, HANYA 4 tahun.

Semenjak Obama di publikasikan sebagai salah satu calon presiden demokrat bersaing dengan Hilarry, berbagai berita bermunculan. Ditemukan salah satu fakta bahwa dia pernah tinggal di Indonesia sampai pada akhirnya media sering memanggilnya "anak menteng". Orang-orang yang merasa pernah mengenalnya pun mulai bermunculan. Mulai dari guru SD, teman SD, tetangga sebelah rumah, tetangga depan rumah, teman main di kampung, kakak tiri, kakak angkat (kalo keluarga masih oke lah..) semuanya berbondong-bondong menujukkan keberadaannya. Terdengar sinis mungkin.. tapi.. memang, bagai laron mengerumuni lampu ketika musim hujan.. moment ini benar-benar terlihat nyata di depan mata. "Barry" kembali di ingat, kembali di kenang. Setelah menjadi orang besar. Salut. Saya sendiri mengaguminya, dan mungkin akan berbuat kehebohan yang sama jika saya pernah mengenalnya. Hahaha.. lebih norak mungkin ya..

Yang saya heran.. Banyak orang Indonesia yang mempunyai harapan besar dengan terpilihnya Obama kali ini. Bukannya tidak optimis, tapi benarkah dengan terpilihnya Obama akan membawa dampak yang positif bagi Indonesia? Pada beberapa dialog yang membahas kemenangan Obama, banyak yang berbicara seolah-olah menuntut Obama bisa membawa perubahan positif hubungan Indonesia - Amerika hanya karena 4 tahun yang dia habiskan di sini..
Memang, dalam sebuah tayangan biografinya, Obama disebut-sebut sebagai seorang multi ras dengan toleransi yang sangat tinggi akibat pengalaman hidup dan juga darah yang mengalir dalam dirinya. Dia adalah orang Kenya, orang Amerika, dan juga Indonesia. Tapi apa? seperti seorang calon bupati atau bahkan presiden yang membawa-bawa tempat lahirnya hanya untuk mencari dukungan, di sebutnya Indonesia dalam sebuah biografi Obama belom membuktikan apa-apa.

Ya benar, saya terinspirasi oleh kemenangan Obama. "Anak Menteng" yang menembus kemustahilan White House, sama seperti halnya pungguk yang mendapatkan bulan, itu adalah keniscayaan. Kepesimisan saya kali bukan bermaksud sinis. Kepesimisan saya kali ini hanya membutuhkan sebuah bukti. Kita lihat saja nanti.

Sumber gambar: dari sini

6.11.08

resign

Ini hari terakhir saya di kantor ini. Setelah satu tahun yang panjang dan tak terasa, akhirnya saya akan meninggalkan kantor ini. Memang ini yang saya mau, bahkan walaupun saya belum mendapatkan kantor baru sebagai tempat mencari penghidupan baru. Saya memutuskan untuk keluar. Tidak ada alasan yang pasti mungkin. Tapi yang jelas, saya tidak akan membiarkan diri saya bersabar untuk hal yang menurut hati, pikiran, dan kantong saya itu "tidak baik". Saya tidak akan membiarkan hati saya menggerutu sepanjang pagi, hari, minggu, bulan dan tahun yang akan saya lewati jika saya masih di sini. Jadi.. CUKUP. Saya berhenti di sini. Saat ini. Untuk memulai awal baru.