18.9.08

penyemangat indah hari ini

Duh.. aku lagi tergila-gila dengan milis baru ini. Tiap hari, ada saja email baru yang tiap katanya penuh makna, penuh dengan bahan perenungan baru. Dengan berbagai macam perstiwa yang terjadi kemarin (bertengkar dengan teman, marah pada suami, kena semprot klient), hari ini saya di tepuk lagi oleh sebuah tulisan dari sang guru. Entah.. saking bagusnya (menurut saya..) saya sampai tidak berani mengurangi satu katapun (ada sedikit ding..)

BERANIKANLAH UNTUK MEMPERBARUI DIRI

Beranikanlah untuk memperbarui diri,
karena tidak mungkin sebuah pribadi yang lama
berhak bagi sesuatu yang baru.


Mulai hari ini, marilah kita bersungguh-sungguh untuk mengganti setiap dan semua cara kita yang tidak sesuai lagi bagi kebesaran yang kita inginkan bagi diri kita sendiri.

Bila banyak dari yang Anda inginkan belum mengambil bentuk nyatanya yang menjadikan kehidupan Anda lebih utuh, dan bila banyak dari keinginan Anda hanya menjadi penyemangat bagi Anda untuk merajut lebih banyak keinginan baru, maka Anda harus tulus menerima bahwa ada yang harus diperbarui.

Sadarilah bahwa,
Tidak semua keinginan untuk menjadi,
disertai dengan upaya membangun kepantasan untuk menjadi.

Maka pertanyaannya kepada Anda,
Apakah yang sedang Anda kerjakan hari ini adalah upaya bernilai yang akan menjadikan Anda pantas menerima yang Anda minta?
Ataukah Anda sedang bekerja untuk menunggu waktu pulang?

Jangan heran, karena ada di antara kita yang ketidak-sabarannya bukanlah terhadap lambatnya reaksi pasar atau kekurang-sigapan organisasinya, tetapi terutama terhadap lambatnya kedatangan akhir minggu ini. Sebagian dari kita sedang tidak sabar untuk membangun hasil-hasil super dalam pekerjaan kita, dan sebagian lagi sedang tidak sabar untuk menghidari pekerjaan. Mereka berbeda, tetapi mereka memiliki kesamaan yang akut; yaitu keduanya menginginkan keberhasilan melalui pekerjaan mereka. Yang satu menginginkan keberhasilan melalui yang dikerjakannya, dan yang satu ini menginginkan keberhasilan dari pekerjaan yang kalau bisa dihindarinya.

Ada beberapa dada yang menjadi sesak karena membaca ini.
Tetapi berbahagialah, karena itu tanda bahwa Anda mengenali keharusan untuk memperbaruhi diri. Pribadi yang baru berhak bagi yang baru.

Segera setelah mengerti, berlakulah seperti yang Anda mengerti. Karena, bila yang Anda lakukan tidak berhubungan dengan pengertian baik, untuk apakah yang Anda lakukan itu? Ingatlah bahwa kesibukan Anda tidak boleh hanya berkenaan dengan pengumpulan uang, tetapi juga termasuk kesibukan untuk menjadikan diri Anda sebagai pencerah bagi kehidupan mereka yang penting dalam kehidupan Anda.

Sudahkah Anda menelepon istri atau suami Anda di tempat kerjanya atau di rumah?
Teleponlah, dan katakan bahwa Anda menelepon hanya untuk mengatakan terima kasih atas kesediaannya untuk menua bersama Anda. Beritahulah dia bahwa Anda menyayanginya. Katakanlah bahwa Anda kangen, dan ingin segera memeluknya. Mintalah maaf bila Anda belum bisa membuatnya merasa sebagai yang paling penting dalam hidup Anda.

Anda dilahirkan dengan hati yang lembut, gunakanlah.
Mario Teguh

*Saya rasa.. saya berhak menjadi pribadi yang baru. Gals.. I'm sorry, entah dimaafkan atau tidak, just want to say, I love u all..

16.9.08

turut berbela sungkawa

innalilahi wa innailaihi rojiuun..

21 orang meninggal dalam pembagian zakat di Pasuruan.. ini adalah salah satu potret buram kemiskinan di Indonesia. Entah sampai kapan ini akan terus terjadi, dan entah siapa yang harus disalahkan. Seorang dermawan yang berniat baik namun kurang mempersiapkan kegiatannya, ataukan orang-orang kelaparan yang takut tidak kebagian jatah..
Saya sendiri hanya merasa miris.. melihat mereka begitu bernapsu memperebutkan uang yang bagi saya, hanya cukup untuk makan 1 hari bahkan 1 kali. Sungguh.. lagi-lagi saya ditampar oleh sebuah peristiwa, saya tidak menyadari.. saya amat sangat lebih beruntung dari pada mereka.. Lain kali, saya rasa niat baik harus diikuti dengan cara yang baik pula.. Kalau tidak lewat amil zakat, saya rasa di bagikan langsung ke rumah-rumah bisa jadi alternatif yang lebih baik dari pada terkonsentrasi pada satu titik.

Masalah kemiskinan di negara tercinta ini sudah sedemikian sulitnya untuk di atasi. Apalagi sekarang, kemiskinan menjadi sebuah budaya. Ditengah keprihatinan masyarakat yang benar-benar kurang beruntung ada saja pihak yang mengambil keuntungan dari sebuah 'kemiskinan'. Saya sempat prihatin melihat beberapa tayangan televisi akhir-akhir ini yang pada akhirnya sangat merugikan masyarakat kurang mampu. Catat saja industri makanan basi limbah hotel yang dijual murah dengan sekmen pasar masyarakat kurang mampu. Industri ini sudah berjalan selama 5 tahun dan masih laku sampai produsennya di tangkap kemarin. Bayangkan.. ada produksi berarti ada permintaan. Orang-orang yang kurang mampu tentu saja kurang memperhatikan itu. Mereka sering kali berpikir, asal kenyang. Tidak salah memang.. saya hanya geram melihat ada orang yang memanfaatkan keadaan seperti itu.
Bukan hanya itu, kemiskinan juga sering kali dijadikan bisnis. Beberapa waktu lalu saya melihat sebuah tayangan yang mengulas para gelandangan dan pengemis palsu. Mereka membuat dirinya seolah-olah buntung, seolah-olah sakit, atau seolah-olah korengan agar mendapatkan belas kasih. Entah bagaimana perasaan saya waktu itu.. tayangan ini bisa saja membuat orang yang benar-benar membutuhkan jadi tidak dipandang lagi karena dianggap bohong.
Entahlah.. saya rasa tidak ada yang salah dengan kemiskinan ataupun dilahirkan miskin. Satu hal yang saya rasa penting.. jangan sampai kita menyerah dengan keadaan itu.. kita tidak akan pernah lebih baik jika kita tidak berusaha menjadi baik..

Speachless.. karena sampai saat ini pun saya belom bisa berbuat apa-apa..

12.9.08

terima kasih (2)

Saya bergabung dalam sebuah milis sejak beberapa hari terakhir.. milis yang beranggotakan orang-orang santun, dan inspirator-inspirator hebat. Hari ini saya mendapatkan sebuah e-mail baru dalam inbox saya. Dari seorang rekan milis. Membahas apa yang kurang lebih saya tulis kemarin. Dan.. saya rasa, saya mengalami apa yang dia alami secara tidak sadar. Kalau boleh saya kutip beberapa tulisannya -saya ambil saja selengkapnya- maka itu menggambarkan pengalaman saya kemarin, menjelajahi file-file lama.

Tulisan berikut dari Bapak Denny Widianto, dalam milis MTSuperClub yang menceritakan pelajaran berharga dari sebuah acara reuni.

-----

Flashback in time - Time Machine. Jika ada pendapat bahwa mesin waktu belum ditemukan, maka sebaiknya orang tersebut segera mengikut reuni sekolahnya. Berada di antara rekan-rekan lama, di antara guru-guru yang pernah mengajar kita, bahkan berada di tempat di mana kita menuntut ilmu dulu, seakan-akan kita berada dalam mesin waktu, kembali ke masa lalu

Masa lalu tidak bisa kita ubah, tapi bisa kita "alami" lagi. Keadaan itu membuat kita merenungkan kembali, apa yang sudah pernah kita lakukan di masa lalu, salah satu faktor yang membuat kita menjadi seperti sekarang ini.
Belajar dari "kesalahan-kesalahan" atau "kebodohan-kebodohan" yang kita lakukan dulu, sekarang kita bisa menertawakan diri kita sendiri.

Back to the Future. Seiring dengan berakhirnya waktu reuni, itulah saatnya kembali ke masa kini. Waktunya untuk menyadari apa yang terjadi sekarang dan mulai merencanakan hal-hal besar untuk masa depan kita nanti.
Kawan-kawan yang dulu sering tertawa bersama, sekarang ada yang sudah menjadi pribadi-pribadi yang jauh berbeda. Ada yang sudah sukses menjalankan perusahaan, ada yang masih menjadi karyawan, ada pula yang masih mencari jati dirinya. Ada yang sukses dalam kehidupan, ada yang pernah mengalami kegagalan.

What you had been - what you will be. Reuni menyadarkan kita seperti apa kita dulu. Kita bisa menarik "garis lurus" dari masa itu ke masa kini dan mempelajari "trend" atau perkembangan pribadi kita sendiri.
10 tahun yang lalu kita melakukan hal ini, maka 10 tahun kemudian kita menjadi seperti ini. Jika sekarang melakukan itu, apa jadinya kita di 10 tahun kemudian?

Change the way you change. Trend "garis lurus" kehidupan pribadi yang menuju ke masa depan, bisa kita "belokkan" ke arah yang lebih besar, lebih mulia dan lebih terhormat.
Menyadari kekurangan dan kelebihan serta gaya belajar kita, mengambil keputusan untuk mengubah cara kita berubah, dan memantaskan diri untuk menyambut masa depan, supaya keberhasilan tidak malu datang kepada kita.

-----

In case, banyak dari kita yang tidak mau lagi melihat masa lalu. Masa lalu adalah bagian dari masa lalu yang harus di lupakan, ditinggalkan. Namun secara pribadi, saya sendiri mulai menghargai masa lalu sebagai bagian dari hidup saya saat ini, dan ini membuat saya kembali mengucapkan terima kasih.
Terima kasih..

11.9.08

terima kasih..

Hari ini.. saya kembali melihat ke belakang. Melihat email-email lama, message dan testi lama di friendster yang sudah tertumpuk-tumpuk oleh lembaran baru.

Melihat ke belakang bukan selalu berarti 'tidak memikirkan langkah ke depan'. Bukan itu yang ingin saya cari. Hari ini tiba-tiba saya kangen dengan file-file lama. Betapa dengan membacanya saya kembali menemukan semangat baru bahwa ada, atau pernah ada orang-orang yang saya sayangi dan menyayangi saya. Bahwa pernah terjadi dialog-dialog kecil dengan orang-orang yang mungkin sekarang cukup jauh dari saya. Membaca email-email lama membuat saya berterima kasih atas kebaikan-kebaikan yang pernah diberikan kepada saya, yang kemudian mungkin dengan berjalannya waktu, lalu saya lupakan. Untuk teman-teman yang baik, terima kasih atas kebersamaannya dengan saya untuk sekian lama. Dan apapun yang terjadi, semoga persahabatan kita tetap di eratkan.

oya.. hari ini saya juga blog walking..mengunjungi blog-blognya teman dan temannya teman hehehe.. mmm... siapa aja ya tadi? tanti, renny, mas jati, dari mas jati ke eguh, dari eguh balik ke mas jati, liat blognya bu ummul, balik lagi ke blog sendiri.

mmm.. seneng deh punya teman-teman yang baik..
terima kasih..

9.9.08

Spoken

Pure saturday

If the sunset is high above
calling us to catch the light up
the heat of our heart, warms like the weather
so we keep walking hand in hand

Grass in front of us
won't barry the road we passed like before
wind blowin' softly
caressing our empty heart
so we'll never be lonely anymore

We're taking the long path
Our self are moving together
Sunset is calling...
sunset is calling again

Oooh, the story is out of line
we should pick it up again
something has been made out
the brightening day shall arrived

A word can hold the secret of the universe
and silence is the hardest thing for us to unveil

together we'll reach happiness
part the ocean and through the sky
but silence is the hardest thing for us to unveil

no matter what..

Saya sedang jatuh.. lagi. Berkali kali jatuh. Kadang sakit, kadang lelah, kadang hati ini berkata "sudah.. sudahi saja. kamu gak bakal bisa nerusin ini. ini bukan bidang kamu, kamu gak berbakat di sini. Sudahi saja, dan cari bidang lain yang mungkin lebih cocok buat kamu".

Saya mungkin bisa saja berhenti di sini.. karena berkali-kali jatuh, berkali-kali merasa tidak yakin atas kemampuan saya sendiri, berkali-kali tidak yakin atas bakat saya disini. Hugh.. menyesakkan sekali rasanya.. ketika apa yang kita yakini benar di sangkal orang lain, apa yang kita pikir indah.. di caci orang lain. Saya belom menjadi apa-apa. Lalu saya merasa jatuh lagi..

Saya mungkin saja menyudahi ini.. karena kelelahan menghadapi protes, kecapaian mendengarkan kritik, dan bahkan teriakan emosi orang-orang di sekitar. Mungkin saya akan menyudahi ini. Keluar dari sini. Sekarang. Tapi.. saya harus kemana?? Hanya dunia ini yang saya tahu.. hanya dunia ini yang saya cintai. Mungkin saya tidak benar-benar berbakat. Tapi hanya di sini menemukan semangat.

Belom.. saya memang belom menjadi apa-apa. Tapi saya tidak mungkin membiarkan 'kejatuhan' saya menjadi penyebab utama saya berhenti. Saya masih akan bangkit lagi, lagi, dan lagi. No matter how they judge us, no matter what they say..

8.9.08

Ramadhan kali ini

Salam..
Selamat menunaikan ibadah di bulan Ramadhan..

Ini Ramadhan pertama saya bersama suami, setelah bertahun-tahun menggantungkan kebutuhan buka dan sahur saya pada warung-warung sekitar kost. Sebagai anak kost, sejak lulus SMA dan berkuliah di solo, lalu lulus dan bekerja si bandung, jarang sekali saya memasak untuk hidangan buka maupun sahur saya. Mungkin hampir tidak pernah. Semua saya sandarkan pada warung-warung makan di sekitar kost saya.

Well.. ini Ramadhan pertama saya menjadi seorang istri. Jadi, tanggung jawab saya bertambah satu. Menyiapkan buka dan sahur buat suami. even.. ketika saya tidak berpuasa. Awal-awal puasa si alhamdulillah lancar. Ditambah saya dapat jatah libur 2 hari di awal puasa. Buat buka, bisa masak-masak sendiri lah walaupun saya masih dalam taraf belajar memasak (hihi..). Selama suami bilang enak, saya puas (hehehe..)

Saat sahur menjadi saat yang cukup berat buat saya. Bukan cuma masalah bangun malamnya saja, tapi juga masalah 'maw sahur sama apa??'. Walau beberapa kali googling resep buat sahur, tetep aja belom nemu menu yang pas dan praktis buat sahur. Akhirnya.. menu paling praktis yang saya temukan ya.. mie instan goreng (hahaha..). 2 bungkus mie instan buat berdua, di tambah sosis, sayuran, atau sedikit daging ayam suwir saya kira cukup bergizi buat sahur (iya gak ya..). Tapi maaf ya.. jangan kira saya tega menghidangkan meu ini setiap hari buat suami, ya enggak laah!! harus terus cari-cari menu yang praktis, enak dan bergizi hahahaha..

Beberapa hari menjalani puasa Ramadhan.. waktunya libur berpuasapun tiba. Ini juga cobaan berat. Ya secara pribadi saya tidak ada tanggung jawab dan kewajiban untuk sahur ataupun berbuka. Gawatnya.. di hari pertama saya tidak berpuasa saya lupa kalau masih ada satu orang lagi yang jadi tanggung jawab saya. Suami.

Korban: Suami
Peristiwa: Tidak disiapkan makan sahur
Waktu: Minggu 7 September 2008
Akibat: Nothing.. karena my hubby juga turut menyumbang kesalahan (tidak bangung buat sahur) jadi harus tetap bersemangat puasanya. (kasian sih sebenernya..hehehe..)

hugh.. kayaknya saya harus mengucapkan selamat pada diri sendiri atas prestasi ini. Menikah, jauh dari orang tua, rumah kontrakanku yang menyenangkan.., ruang kerjaku (dapur), keseharianku, dan Ramadhan pertamaku hanya bersama suami. Selamat datang hidup yang benar-benar baru. Ramadhan ini.. semoga menempa perjalanan kami jadi lebih baik dan lebih kuat..