24.4.08

Alasan saja

Alasan 1. kadang aku mengaca pada pengalaman sehari-hari, pengalamanku, ataupun teman.. beberapa membuat aku bertanya-tanya, memang aneh ya manusia.. adakah keikhlasan sepenuhnya itu ada??

Alasan 2. Ada kalanya orang menyerahkan sesuatunya pada Gusti Allah.. Tapi ketika hal yang tidak diharapkan terjadi datang, kita jadi meyesali, menyalahkan diri, orang lain, bahkan Gusti Allah sendiri.. (Naudzubillah..)
Seorang teman pernah berkata,

" Va.. jangan pernah bingung karena kita yang hidup pasti selalu diberi pilihan. Aku cuma pengen ngingetin, bahwa kamu jangan sampai punya harapan besar pada orang lain karena orang lain pasti punya kekurangan sama seperti kita. Kamu harus berharap sama yang di atas coz hanya Dia yang bisa nunjukin jalan yang terbaik"

Saat aku bingung pada banyak pilihan hidup.. aku selalu inget kata-kata ini. Klise si.. manusia pada saat "mentog" ujung-ujungnya selalu mencari pelarian pada hal yang spiritual.. bersandar pada yang Maha segalanya.

Alasan 3. Berusaha dan berdoa menjadi satu hal yang paling mungkin masuk dalam berbagai kasus.
Kalaupun memang semua sudah di gariskan oleh Yang Punya Hidup, dan sesuatu dalam hidup kita berakhir menyedihkan, kita masih bisa beralasan
"Toh kita sudah berusaha melakukan yang terbaik" Alasan ini yang menurutku paling masuk akal dari pada akhir menyedihkan tanpa kita pernah berbuat apa-apa..
Alasan ini yang bisa membuat kita ihklas menerima hasil apapun.. dan bukan hanya sekedar merasa marah pada orang lain, keadaan atau bahkan Gusti Allah sendiri.

mmm.. knapa ya? Buat aku, untuk ikhlaspun ternyata kita masih membutuhkan alasan.. padahal iklhas harusnya menerima dengan lapang hati tanpa timbal balik, balasan, atau bahkan alasan..
Seharusnya Ikhlas hanyalah ihklas..

Lalu..Di sinilah muncul lagi alasan..

Alasan 4. Aku cuma manusia, yang punya banyak keterbatasan.. jadi maklumlah kalo aku belum bisa berlapang hati menerima hal yang tidak aku sukai..

Teman.. biarkan aku beralasan atas banyak hal dalam hidupku..sedihku, bahagiaku..
Lalu, biarkan aku beralasan pula atas berbagai hal dalam hidupmu karena adaku..sedihmu, pun bahagiamu..
Aku harap alasan-alasan ini bisa mendekatkan kita.. hari ini, besok, nanti, seterusnya..

Main reason is: Aku cuma manusia biasa..