26.10.08

"Laskar Pelangi" tadi malam

Setelah mengalami berbagai hambatan untuk menonton film ini gara-gara animo masyarakat yang masih antusias banget..banget, akhirnya tadi malam kami putuskan dan wajibkan menonton film ini hari itu juga. Saya cukup kagum dengan film ini. Mengingat sudah hampir satu bulan, namun tiket untuk semua jam hampir dipastikan habis terjual setiap harinya. Entah sudah berapa juta tiket yang terjual saya belom tahu. Namun yang jelas beberapa kali mengantri tiket, selalu saja jam terakhir yang tersisa dan pada akhirnya habis juga.


Singkat kata.. saya dan suami akhirnya menonton film ini. Gara-gara dapat tiket malam (jam 21.45), ditambah hari sabtu kemarin seharian kami muter-muter mengejar rejeki dari kebun jeruk sampai bekasi naik motor, suami saya sudah berniat untuk tidur saja waktu nonton kemarin. Maklum.. beberapa kali kami sempat membahas bukunya, dan sama-sama 'mental' gak selesai bacanya. -sebagian besar penggemar buku Laskar Pelangi pasti membodoh-bodohkan kami hehe-

Ternyata niat suami saya tidak pernah terlaksana. Memang.. secara keseluruhan film ini adalah film yang membawa kembali semangat bermimpi bagi semua orang. Inspiring banget deh pokoknya. Mengingatkan saya pada film serupa sebelumnya -Denias- yang juga sangat saya sukai. Menonton film ini, pastinya kita disuguhi banyak hal. Humor, petuah, semangat, persahabatan dan hal-hal yang mungkin tidak pernah kita jumpai sebelumnya. Kita mungkin tidak akan pernah tau atau peduli ketika seorang anak seumur Lintang harus berhenti sekolah dan menjadi tulang punggung keluarga. Atau menemukan seorang bocah yang membawa radio butut kesana kemari (kalau kita si minimal mp3 atau ipod kali ya..). Benar-benar sesuatu yang Indonesia Banget! menyegarkan, menyentuh, menghibur dan Finally.. suami saya menikmatinya sampai akhir (gak tau gara-gara berisik atau karena memang bagus..hahaha..)

Memang.. beberapa hal tidak pernah bisa digantikan dengan visual. Yang saya ingat waktu membaca bukunya, Si Tokoh ikal begitu memuja teman-temannya. Lintang yang sangat cerdas, Mahar yang seorang seniman kecil jenius, Trapani yang tampan, Sahara satu-satunya perempuan di kelas yang teguh beragama, Akiong yang sering kali bertengkar dengan Sahara, Syahdan yang memang tidak terlalu menonjol, Kucai sang ketua kelas, Borek si samson, dan Harun yang menjadi tokoh penyelamat kelas baru SD Muhamadiyah, semuanya mendapatan porsi yang seimbang dalam buku. Bagi penggemar bukunya pasti banyak hal yang dulu dibayangkan tidak terungkapkan secara visual terutama karakter (menurut saya).
Tapi buat saya, yang jelas.. mau suka bukunya atau filmnya, over all.. good jobs for Andrea Hirata for great stories, and Riri Riza for great film -Settingnya oke, Bintang-bintang cilik barunya fresh dan orisinil banget, lagu-lagunya juga keren-keren..- Jadi.. salut juga film-film Indonesia yang semakin bermutu. Walau agak telat, Laskar Pelangi tadi malam yang pasti meninggalkan jejak di sini.

bersamamu.. kuhabiskan waktu..
senang bisa mengenal dirimu..
rasanya semua.. begitu sempurna, sayang untuk mengahirinya..
janganlah berganti..
(sahabat kecil, by: ipang on Laskar Pelangi)

Tidak ada komentar: