9.9.08

no matter what..

Saya sedang jatuh.. lagi. Berkali kali jatuh. Kadang sakit, kadang lelah, kadang hati ini berkata "sudah.. sudahi saja. kamu gak bakal bisa nerusin ini. ini bukan bidang kamu, kamu gak berbakat di sini. Sudahi saja, dan cari bidang lain yang mungkin lebih cocok buat kamu".

Saya mungkin bisa saja berhenti di sini.. karena berkali-kali jatuh, berkali-kali merasa tidak yakin atas kemampuan saya sendiri, berkali-kali tidak yakin atas bakat saya disini. Hugh.. menyesakkan sekali rasanya.. ketika apa yang kita yakini benar di sangkal orang lain, apa yang kita pikir indah.. di caci orang lain. Saya belom menjadi apa-apa. Lalu saya merasa jatuh lagi..

Saya mungkin saja menyudahi ini.. karena kelelahan menghadapi protes, kecapaian mendengarkan kritik, dan bahkan teriakan emosi orang-orang di sekitar. Mungkin saya akan menyudahi ini. Keluar dari sini. Sekarang. Tapi.. saya harus kemana?? Hanya dunia ini yang saya tahu.. hanya dunia ini yang saya cintai. Mungkin saya tidak benar-benar berbakat. Tapi hanya di sini menemukan semangat.

Belom.. saya memang belom menjadi apa-apa. Tapi saya tidak mungkin membiarkan 'kejatuhan' saya menjadi penyebab utama saya berhenti. Saya masih akan bangkit lagi, lagi, dan lagi. No matter how they judge us, no matter what they say..

2 komentar:

Anonim mengatakan...

Bila kita terjatuh di lobang pertama, jangan kita naiki tanpa menutup dahulu lobang itu, agar orang lain tidak terjatuh dilobang itu atau at least kita sendiri tidak terperosok lagi dalam lobang itu. Caci maki, protes, yelling from other people make our hearts break sometimes, but don't worry, let them yelling loud to us, but God always sneaks to us and said "don't worry it's gonna be alright, come in, come with me to the lights, to place full peaceful no mater what.

evana basri mengatakan...

kok kamu pake anonim si yu.. nyadur punya orang ya?? hugh!!